INTEGRASI SOSIAL
Integrasi
berasal dari bahasa inggris "integration" yang
berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses
penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan
masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki
keserasian fungsi.
Definisi
lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik
beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat,
namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki
2 pengertian, yaitu :
·
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan
unsur-unsur tertentu
Sedangkan yang disebut integrasi
sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain
itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.
Suatu integrasi sosial di perlukan
agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa
tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosialbudaya.
Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial
senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
·
Suatu masyarakat senantiasa
terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang
nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
·
Masyarakat terintegrasi karena
berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan
sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di
antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan
oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota
masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
Penganut konflik berpendapat
bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling
ketergantungan di antara berbagai kelompok.
Integrasi sosial akan terbentuk
apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas
teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata
sosial
Bentuk
integrasi social
·
Akulturasi, yaitu
penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
contoh : Sekaten, akulturasi antara budaya Jawa, Islam dan Hindu
Faktor
– faktor pendorong :
A.
Faktor Internal :
·
Kesadaran diri sebagai makhluk
sosial
·
Tuntutan kebutuhan
·
Jiwa dan semangat gotong
royong
B.
Faktor External :
·
Tuntutan perkembangan zaman
·
Persamaan kebudayaan
·
Terbukanya kesempatan
berpartisipasi dalam kehidupan bersama
·
Persaman visi, misi, dan
tujuan
·
Sikap toleransi
·
Adanya konsensus nilai
·
Adanya tantangan dari luar
C.
Homogenitas Kelompok
Dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah, integrasi
sosial akan mudah dicapai
D.
Besar Kecilnya Kelompok
Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.
E.
Mobilitas Geografis
Adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.
F.
Efektivitas Komunikasi
Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.
G.
Integrasi antara dua hati
Syarat
berhasilnya integrasi social.
1.
Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus
mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan
sebaliknya.
2.
Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan
yang lainnya.
KENYATAAN DAN MASALAH SOSIAL YANG ADA DI
MASYARAKAT
Hakekat dan
peranan sosiologi pengetahuan menarik perhatian para ahli sosiologi dalam
usaha mereka mengembangkan teori-teori sosiologi. usaha mendefinisikan
pengertian “kenyataan” dan “pengetahuan” dalam konteks sosial. Sebuah teori
sosiologi harus mampu menjelaskan, sehingga kita memahami bagaimana kehidupan
masyarakat itu terbentuk dalam proses-proses terus-menerus. Pemahaman itu
ditemukan dalam gejala-gejala sosial sehari-hari, yang dalam pengertian
sehari-hari dinamakan pengalaman bermasyarakat. Karena gejala-gejala sosial itu
ditemukan dalam pengalaman bermasyarakat yang terus-menerus berproses, maka
perhatian terarah pada bentuk-bentuk penghayatan (Erlebniss) kehidupan
bermasyarakat secara menyeluruh dengan segala aspeknya (kognitif, psikomotoris,
emosional dan intuitif). Dengan kata lain, kenyataan sosial itu tersirat dalam
pergaulan sosial, yang diungkapkan secara sosial lewat belbagai tindakan sosial
seperti berkomunikasi lewat bahasa’ bekerja sama lewat bentuk-bentuk organisasi
sosial. Kenyataan sosial semacam ini ditemukan dalam pengalaman intersubjektif
(intersubjektivitas). Lewat intersubjektivitas itu dapat dijelaskan bagaimana
kehidupan masyarakat tertentu dibentuk secara terus-menerus. Konsep
intersubjektivitas menunjuk pada dimensi struktur kesadaran umum ke kesadaran
individual dalam suatu kelompok khusus yang sedang saling berintegrasi dan
berinteraksi.
Sedangkan untuk memudahkan pemahaman dalam
mengklasifikasikan berbagai tingkatan dalam kenyataan sosial, dapat dibedakan
menjadi 4(empat) tingkatan, yaitu tingkat budaya, individu, interpersonal, dan
struktur sosial.
1. Tingkat Budaya
Kebudayaan merupakan keseluruhan kompleks yang
meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni moral, hukum, kebiasaan, dan kemampuan-
kemampuan, serta tata cara lainnya yang diperoleh manusia sebagai seorang
anggota masyarakat. Dengan demikian, fokus kajiannya meliputi nilai, simbol,
norma, dan pandangan hidup umum yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat.
Sehingga dalam arti luas, kebudayaan terdiri atas produk- produk tindakan dan
interaksi manusia, termasuk benda- benda materi maupun nonmateri.
2. Tingkat Individual
Tingkat ini menempatkan individu sebagai pusat
perhatian untuk analisis utama. Sebagai contoh Weber sangat tertarik pada
masalah- masalah sosiologis yang luas mengenai struktur sosial dan kebudayaan
tetapi dia melihat bahwa kenyataan sosial secara mendasar terdiri atas
individu- invidu dan tindakan- tindakan sosialnya yang bermakna.
3. Tingkat Interpersonal
Kenyataan sosial pada tingkat ini meliputi
interaksi antara individu dengan individu maupun dengan kelompok, dalam arti
yang berhubungan dengan komunikasi simbolis, penyesuaian timbal balik,
negosiasi tindakan yang saling tergantung, kerja sama, maupun konflik. Dua
persepektif teoretis utama yang menekankan tingkatan ini adalah teori
interaksionisme simbolik dan teori pertukaran.
George Herbett Mead yang merintis teori
interaksi simbolik tersebut, pada dasarnya teori tersebut berhubungan dengan
media simbol, dimana kemampuan manusia sangat tinggi untuk menciptakan dan
memanipulasi simbol- simbol. Kemapuan tersebut sangat diperlukan untuk
berkomunikasi antar pribadi dan pemikiran- pemikiran subjektif lainnya.
Disinilah penekanan para ahli teori interaksi simbol menegaskan bahwa kenyataan
sosial yang muncul dari interaksi simbol menegaskan bahwa kenyataan
sosial yang muncul dari interaksi dilihatnya sebagai suatu kenyataan
yang dibangun dan bersifat simbolik.
4. Tingkat Struktur
Sosial
Jika dibanding dengan sebelumnya, tingkatan
struktur sosial ini jauh lebih abstrak. Perhatiannya bukan pada individu-
individu, tindakan- tindakan, serta interaksi sosial, melainkan pada pola- pola
tindakan dan jaringan- jaringan interaksi yang disimpulkan dari pengamatan
terhadap keteraturan dan keseragaman yang terdapat dalam waktu dan ruang
tertentu. Tekanannya terletak pada struktur- struktur sosial yang kecil maupun
besar.
Kenyataan sosial identik dengan kondisi yang
berdampak terhadap masyarakat itu sendiri. seiring dengan era globalisasi saat
ini dimana informasi sangat mudah di dapat baik melalui media cetak, elektronik
maupun visual hingga ke pelosok desa yang akan mengakibatkan dampak sosial yang
sangat besar di masyarakat karena mayoritas isi isi dari media tersebut menjadi
salah persepsi karena sumber daya manusianya masih rendah. Sebagai
contohnya adalah pemberitaan tentang narkoba atau kenakalan remaja yang dimana
generasi muda sekarang malah mencari dan selalu ingin mencobanya , sehingga
tidak sedikit hingga kepelosok desa pun banyak remaja yang terjerumus oleh hal
tersebut.
Menurut Blumer
(1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial
adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang
berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak
kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat
diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan
umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet,
radio dan surat kabar.
Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah
pemenuhan akan kebutuhan hidup (Etzioni, 1976). Artinya jika seorang anggota
masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan
tindak kejahatan dan kekerasan.
Sebab lain adalah karena patologi sosial, yang didefinisikan
oleh Blackmar dan Gillin (1923) sebagai kegagalan individu menyesuaikan diri
terhadap kehidupan sosial dan ketidakmampuan struktur dan institusi sosial
melakukan sesuatu bagi perkembangan kepribadian. Hal ini mencakup : cacat
(defect), ketergantungan (dependent) dan kenakalan (delinquent).
Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark
(1975) membagi masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :
(1) Konflik dan kesenjangan,
seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan
seksual dan masalah lingkungan.
(2) Perilaku menyimpang,
seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental,
kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
(3) Perkembangan manusia,
seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan
kesehatan seksual.
Solusi-solusi penanggulangan terhadap suatu problematika
social dimasyarakat sangatlah kompleks. Berbagai segmen yang berada di alam ini
sangatlah berpengaruh terhadap kecenderungan terjadinya masalah social. Namun
kembali lagi kepada kodratnya bahwa manusia adalah merupakan mahluk Tuhan YME,
sudah barang tentu seyogyanyalah manusia sebagai mahluk Tuhan YME secara
pribadi harus bisa dan mampu mengembalikan dan mengingat kembali serta sadar
diri berdasar aturan kereligiusannya kembali pada kepercayaan akan hari
akhirrnya (atau ketidak kekalannya).
Hal-hal tersebut dapat tumbuh dan terbentuk melalui pribadinya
sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan serta tingkat pendidikannya, sehingga
secara otomatis kesenjangan dan kesejahteraannyapun akan terpenuhi.
PELAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT
1. PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification)
adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal
(bertingkat).
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan
penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat
(hirarkis).
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan
orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam
lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai
penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke
dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan
prestise.
2. DASAR-DASAR PEMBENTUKAN
PELAPISAN SOSIAL
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan
pelapisan sosial adalah sebagai berikut.
a. Ukuran Kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan
anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa
memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam
sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai
kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat
dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang
dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta
kemampuannya dalam berbagi kepada sesame
b. Ukuran Kekuasaan dan Wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan
menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang
bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab
orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang
tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan
kekayaan.
c. Ukuran Kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau
kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas
dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa
pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang
yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang
berprilaku dan berbudi luhur.
d. Ukuran Ilmu Pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat
yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu
pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial
masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat
dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh
seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar
profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi
ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu
yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang
tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli
skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.
3. ASPEK POSITIF DAN NEGATIF DARI
SISTEM PELAPISAN SOSIAL
Sistem pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat sangatlah mungkin
terjadi, karena adanya tingkatan kesenjangan-kesenjangan yang didasari dari
beberapa hal misalnya dari segi Ekonomi, ini akan menimbulkan stratifikasi
sosial yang sangat mencolok. Masyarakat dan lingkungan sosialnya menjadi elemen
yang tak dapat terpisahkan sehingga akan menimbulkan efek-efek tertentu sesuai
dengan pola pikir dan lingkungan masyarakt sosial itu sendiri.
Beberapa aspek yang akan timbul akan menimbulkan kesenjangan sosial dan
diskriminasi, aspek negatif ini bisa saja terjadi pada daerah-daerah pedesaan,
pasalnya pedesaan yang umumnya petani akan senantiasa lebih dikuasai oleh
tengkulak-tengkulak yang memainkan harga pasar yang cenderung seringkali
merugikan para petani, contohnya para petani daun bakau untuk pembuatan rokok,
harga bakau harus ditentukan oleh tengkulak yang sudah bekerja sama dengan
produsen rokok yang telah memiliki nama. Tingkatan ekonomi lah yang membuat
stratifikasi sosial ini muncul, belum lagi karena jabatan dan tingkat
pendidikan.
Aspek lain dari pelapisan sosial ini bisa saja menjadi hal yang
menguntugkan bagi sebagian orang, aspek positif ini dapat kita jumpai di
berbagai tempat contohnya jika kita seorang pejabat pemerintah kita mungkin
akan sedikit lebih mudah dalam urusan birokrasi, karena adanya bantuan orang
dalam yang memiliki jabatan. Plapisan sosial di pedesaan mungkin akan
menimbulkan hal baik bagi para pencari modal apabila seseorang yang memilik
tingkat ekonomi menengah ke atas berpendidikan tinggi juga mempunyai jabatan
dapat bekerja sama dengan masyarakat ke bawah untuk saling membantu dengan
mendirikan koperasi kecil-kecilan dengan modal yang sudah di danai oleh orang
yang mempunyai pengaruh kuat di daerah itu.
4. SIFAT PELAPISAN SOSIAL
Menurut soerjono soekanto,
dilihat dari sifat pelapisan sosial dibedakan menjadi :
a. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social
Stratification)
stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan
mobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada
mobilitas horisontal saja. Contoh : Rasialis (kulit hitam (negro) yang dianggap
di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih).
b. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened
Social Stratification)
stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar.
Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal
maupun horisontal. Contoh : Seseorang yang miskin bisa menjadi kaya jika ia
ingin berusaha.
c. Stratifikasi Sosial Campuran
stratifikasi ini merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan
terbuka. Contoh : Seseorang yang memiliki kasta Brahmana mempunyai kedudukan
terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia
memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan
kelompok masyarakat di Jakarta.
5. TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
a. Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.
Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan
atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan
secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja
inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi
menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
b. Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar
tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya
kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi ini terdapat 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional,
merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan
harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar,
merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas
(vertikal).
B. KESAMAAN DERAJAT
1. PENGERTIAN KESAMAAN DERAJAT
Persamaan derajat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan
makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Harkat manusia adalah nilai manusia
sebagai makhluk Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa dan hak-hak serta
kewajiban azasi manusia. Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan
kedudukan yang terhormat. Sedangkan derajat kemanusiaan adalah tingkatan,
martabat dan kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan
kodrat, hak dan kewajiban azasi. Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan
martabat manusia, setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya
hak-hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan
dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga
pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Manusia dikarunian
potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk pribadi
(individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial). Manusia akan mempunyai arti
apabila ia hidup bersama-sama manusia lainnya di dalam masyarakat. Cobalah Anda
renungkan? dan cobalah lakukan contoh perbuatan yang baik, misalnya Anda
menolong tetangga yang sedang sakit walaupun tetangga Anda itu berbeda agama
dengan Anda.
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan
derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam
pasal
1. PASAL 27
Ayat 1, berisi mengenai
kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjungjung
tinggi hukum dan pemerintahan
Ayat 2, berisis mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. PASAL 28
Ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan
berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. PASAL 29
Ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi
penduduk yang dijamin oleh negara
4. PASAL 31
Ayat
1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran
Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dengan
lingkungan masyarakat umumnya timbal balik artinya orang sebagai anggota
masyarakat mempunyai hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun
terhadap pemerintah negara.
Dengan pasal – pasal dan
pengertian di atas, sudah jelas bahwa kita harus saling bertoleransi terhadap
orang lain khususnya warga Indonesia. Tidak ada pandangan si kaya dan si
miskin, si pintar dan si bodoh, semua di mata perundangan Indonesia adalah
sama.
pastinya kita akan saling
menghargai satu sama lain, menghargai hak dan kewajiban masing dengan begitu
kehidapan damai pun akan tercipta diantara kita.
Walaupun yang namanya pelapisan
sosial itu tidak dapat dihindari, kita tetap harus bersifat dewasa dan komitmen
dengan adanya kesamaan derajat di antara kita.
C. HUBUNGAN PELAPISAN SOSIAL
DENGAN KESAMAAN DERAJAT
Pelapisan sosial dan kesamaan
derajat banyak kita jumpai di lingkungan kita , berbagai hal dalam hal apa pun
pasti tak luput dari perbedaan dalam pemberian , kesamaan , kesetaraan ,
pembagian yang setimbang dengan yang lainya. Mungkin semua orang tak heran
dedengan semua ini karena mereka tak begitu menanggapi tetapi ada juga yang menanggapinya
dan mengkritiknya. Karena bagi yang mengkritiknya hal itu sangat tidak adil
terhadap semua tindakan yang akan terjadi nanti atau sesudah hal yang terjadi ,
mereka mau semua menadapatkan hal itu yang sama tanpa membeda-bedakan satu
dengan yang lainya.
HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK
1. Pengaruh Pertumbuhan
Penduduk
Indonesia merupakan sebuah pulau yg memiliki luas daratan sekitar 2juta km dan merupakan negara yg memiliki jumlah penduduk paling padat no empat di dunia. Kepadatan penduduk ini di sebabkan oleh faktor2 tertentu seperti ; Fertilitas, Moralitas dan Migrasi.
Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu factor penyebab terjadinya kepadatan penduduk, karena angka kelahiran di Indonesia tidak di batasi dan kebanyakan penduduk Indonesia melakukan nikah dini yang menyebabkan angka kelahiran semakin meningkat dan juga laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, dan diperkirakan setiap tahunnya bayi bertambah 4,5juta.
Sedangkan lawan dari kelahiran, kematian atau Mortalitas merupakan satu dari tiga factor geografis karena moralitas dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, hal ini biasanya di sebabkan oleh factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individual dan kelompok lainnya yg dapat mempengaruhi moralitas dalam masyarakat.
Yang terakhir, migrasi. Migrasi adalah gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lan dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, yang biasa terjadi secara permanent. Seperti contohnya Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia banyak menjadi tujuan migrasi penduduk, terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke jawa menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di pulau Jawa, sehingga terjadi banyak dampak negative.
Pertumbuhan penduduk memiliki banyak pengaruh, seperti perkembangan social. Perkembangan social terjadi karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa di ikuti dengan kualitas dan kuantitas yang dimiliki sumber daya manusia. Dampak pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan social, seperti kendala yang dihadap badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut. Bukan cuma itu migrasi merupakan penyebab terbesar lainnya dalam perkembangan social karena pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk banyak menyebabkan pengaruh dan dampak dampak negative lainnya.
Ada hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk, yaitu melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran, dan menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi, dan meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.
Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
Indonesia merupakan sebuah pulau yg memiliki luas daratan sekitar 2juta km dan merupakan negara yg memiliki jumlah penduduk paling padat no empat di dunia. Kepadatan penduduk ini di sebabkan oleh faktor2 tertentu seperti ; Fertilitas, Moralitas dan Migrasi.
Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu factor penyebab terjadinya kepadatan penduduk, karena angka kelahiran di Indonesia tidak di batasi dan kebanyakan penduduk Indonesia melakukan nikah dini yang menyebabkan angka kelahiran semakin meningkat dan juga laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, dan diperkirakan setiap tahunnya bayi bertambah 4,5juta.
Sedangkan lawan dari kelahiran, kematian atau Mortalitas merupakan satu dari tiga factor geografis karena moralitas dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, hal ini biasanya di sebabkan oleh factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individual dan kelompok lainnya yg dapat mempengaruhi moralitas dalam masyarakat.
Yang terakhir, migrasi. Migrasi adalah gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lan dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, yang biasa terjadi secara permanent. Seperti contohnya Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia banyak menjadi tujuan migrasi penduduk, terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke jawa menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di pulau Jawa, sehingga terjadi banyak dampak negative.
Pertumbuhan penduduk memiliki banyak pengaruh, seperti perkembangan social. Perkembangan social terjadi karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa di ikuti dengan kualitas dan kuantitas yang dimiliki sumber daya manusia. Dampak pertumbuhan penduduk yang semakin luar biasa akan menimbulkan banyak sekali konflik dalam ranah kehidupan social, seperti kendala yang dihadap badan kesejahteraan keluarga berencana (BKKBN) tersebut. Bukan cuma itu migrasi merupakan penyebab terbesar lainnya dalam perkembangan social karena pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk banyak menyebabkan pengaruh dan dampak dampak negative lainnya.
Ada hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk, yaitu melaksanakan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga dapat mengurangi jumlah angka kelahiran, dan menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk, yaitu penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi, dan meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan.
Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
2. Dampak negatif dari
pertumbuhan penduduk
Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.
Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal ini pun
membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.
Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.
Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal ini pun
membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.
3.
Dampak Ledakan Penduduk antara lain :
1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh.
4. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kemiskinan
1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh.
4. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kemiskinan
Jumlah
penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya
jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian,
dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan
tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di
Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin.
pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas,
mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek
keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana
program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
5. Pengaruh pertumbuhan penduduk
terhadap lingkungan hidup
Ujung dari semua ledakan
penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampak ikutannya seperti
menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya
fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak
sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan
lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya
pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.
Usaha yang harus dilakukan
pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
antara lain :
1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
antara lain :
1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
6. Pengaruh Pertumbuhan
Penduduk Terhadap Kesejahteraan
Jumlah penduduk yang besar dalam hal ini,
selain membuat kerugian, juga ada keuntungannya, dengan pertumbuhan penduduk
rakyat jadi makin bisa saling bersosialisai, bermusyawarah, dan bersilahturahmi
memprkuat kerukunan dan kesatua. Dan hubungannya dengan kesejahteraan banyak,
seperti halnya, dengan adanya pertumbuhan penduduk, jadi semakin banyak
orang-orang baru yang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama dalam HAL
IT/Teknologi dengan orang-orang ini kita dapat hidup sejahtera, knpa demikian,
dengan adanya orang yang baru, yang memiliki inovasi dan menciptakan sesuatu
yang baru, kita dapat merasakannya, dan juga dapat memperdayakan SDM yang ada
dengan cara kita latih agar bisa seperti orang-orang baru tersebut.
Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan Penduduk terhadap Kesejahteraan sangat bagus dan banyak keterkaitannya diantaranya :
1. Dengan adanya SDM baru yang muda, berprestasi pula dapat mengajarkan orang-orang yang terdahulu/ jadul/ yang belum mengerti akan teknologi
2. Dengan Membuat lapangan pekerjaan yang baru, untuk para org yang membutuhkan pekerjaan/ tidak tidak dapat melanjutkan sekolah.
3. Dengan saling bergotong-royong bersama-sama saling bahu membahu untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
4. Adanya saling bantu bila mengalami musibah.
5. Saling menjada keamanan lingkungan masing-masing.
6. Dan semakin banyak manusia yang bisa memikirkan sodara-sodara kita yang kesusahan, agar sama-sama bisa maju.
Jadi pada dasarnya hubungan Pertumbuhan Penduduk terhadap Kesejahteraan sangat bagus dan banyak keterkaitannya diantaranya :
1. Dengan adanya SDM baru yang muda, berprestasi pula dapat mengajarkan orang-orang yang terdahulu/ jadul/ yang belum mengerti akan teknologi
2. Dengan Membuat lapangan pekerjaan yang baru, untuk para org yang membutuhkan pekerjaan/ tidak tidak dapat melanjutkan sekolah.
3. Dengan saling bergotong-royong bersama-sama saling bahu membahu untuk bisa menjaga persatuan dan kesatuan negara kita.
4. Adanya saling bantu bila mengalami musibah.
5. Saling menjada keamanan lingkungan masing-masing.
6. Dan semakin banyak manusia yang bisa memikirkan sodara-sodara kita yang kesusahan, agar sama-sama bisa maju.
SUMBER :
INTEGRASI SOSIAL
KENYATAAN DAN MASALAH SOSIAL YANG ADA DI MASYARAKAT
LAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1.
HUBUNGAN PERTUMBUHAN
PENDUDUK DENGAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK
2.